![]()
Berikut adalah rundown S-Camp ITB Fair 2012 :
Hari 1 (30 Jan 2012)
08.00-09.30 Pengumpulan Peserta di ITB
09.30-10.00 Perjalanan menuju Wisma Pendidikan
10.00-11.00 Istirahat dan Persiapan
11.00-11.30 Pembukaan Sociopreneur Comp. Camp
13.00-15.30 Wawancara I (oleh juri)
16.00-17.00 Pewacanaan Sociopreneur
17.00-18.00 Sharing peserta
Hari 2 (31 Jan 2012)
06.30-08.00 Sarapan dan Persiapan
08.00-11.30 Materi dan Mindset Sociopreneur
13.00-16.00 Skill Entrepreneur
Hari 3 (1 Feb 2012)
06.30-08.00 Sarapan dan Persiapan
08.00-11.30 Practical Coaching Steps
13.00-15.00 Sharing mentor
Hari 4 (2 Feb 2012)
06.30-07.00 Sarapan dan Persiapan
08.00-11.30 Presentasi
13.00-15.30 Wawancara II
Juri :
1. Joko Siswanto
2. Robert Manurung
3. Bob Situmorang
4. Bambang Rudito
Rundown ini masih dapat berubah sewaktu-waktu jika diperlukan. Surat pernyataan finalis masih dalam proses pembuatan. Jika sudah jadi, akan kami kirim scanned-nya karena harus membubuhkan tanda tangan ketua panitia.
Salam hangat, panitia Sociopreneur Competition ITB Fair 2012
Bukan Apa- apa
saya hanya ingin menumpahkan kegalauan yang sedang melanda hati saya.
apa ya? jujur, saya bukan tipe orang yang terbuka dengan keadaan hati saya, namun cukup terbuka dengan apa- apa yang terjadi pada kehidupan sehari- hari saya. dalam tulisanpun, tak sembarang saya tuliskan terkait kondisi saya yang sebenarnya.
saya memaknai kedewasaan dan kemandirian sebagai sesuatu hal yang cenderung independent di setiap aktivitas yang saya lakukan. ketika mungkin orang lain memaknai permasalahan yang terjadi padanya sebagai masalah yang serius, kemudian men-sharekan ke sahabatnya, mencari solusi lewat sahabatnya, dst, itu adalah hal yang sangat saya hindari. saya lebih senang memendamnya sendiri, memikirkannya sendiri dan mencari alternatif terbaik dari sudut pandang yang saya miliki. dan bagi saya, tak ada masalah yang sangat sangat berarti dan terasa berat sehingga saya harus menceritakannya pada orang lain, kemudian meminta saran darinya. mungkin, ketika emosi itu sudah meledak dan tak bisa ditahan lagi, yang akan saya lakukan hanyalah menceritakan, mencurahkan ekspresi saya tanpa menceritakan masalah yang sebenarnya apalagi meminta saran kepada teman terkait.
ya.. itulah saya.
banyak yang bilang, saya orang yang tulus, baik, tapi saya merasa kontra dengan pernyataan tersebut.benarkah yang mereka maksud benar seperti ini?
kadang, saya merasa sepi, bagai makhluk individu yang tak memiliki tempat berbagi secara nyata. saya pernah belajar, bagaimana mencari jati diri, dengan menjadi orang lain di aktivitas saya sehari- hari. saya yang awalnya cengengesan dan welcome, merasakan bosan dengan ketidakadilan kawan- kawan memandang saya. saya hanya dipandang sebelah mata, saya bukanlah apa- apa di mata mereka. saya bosan dan kecewa dengan sikap tersebut, kemudian seiring berjalannya waktu, saya pun mencoba memantaskan diri agar mereka bisa menghargai saya, memperlakukan saya seperti teman baik yang diperlakukan dengan semestinya.
banyak yang berpendapat, kelihatannya saya orang yang hangat dan menyenangkan, pada awalnya. tapi setelah mengenal saya sedikit lebih dalam, mereka berpendapat bahwa ternyata saya orang yang membosankan, yang ternyata ndak asyik, terlalu serius, dan hal- hal yang tidak menyenangkan lainnya. dan kebanyakan yang merasa seperti itu adalah teman putra.
ahhh… terserah! saya ndak mau ambil pusing pernyataan kalian. ya sudah, jika memang saya ndak berhak, ndak cocok dengan kalian. saya juga tidak memaksa kalian untuk menjadi teman saya, apalagi sahabat saya. ini style saya, ini kepribadian saya, apa hak kalian merusak fitrah yang telah Ia titipkan pada saya??
namun, jika boleh jujur, saya kecewa dengan pernyataan mereka yang seperti itu, mengapa? biarkan saya dan Ia yang tahu…
ini lah curahan hati saya, meski tak tertuliskan secara tersurat, namun di dalamnya ada big point yang menyiratkan isi hati saya.
terimakasih atas semua yang pernah teman- teman berikan kepada saya.
semoga hadirnya kalian di kehisupan saya semakin membuat saya menjadi pribadi yang lebih baik.
terimakasih!
Anuitas Awal dan Akhir
Silakan klik link dibawah ini untuk mendapatkan materi pendahuluan anuitas, yaitu anuitas awal dan anuitas akhir
selamat belajar,,
sukses selalu
warm regards,
Sang Pejuang Hebat ^^
Anuitas m kali Pembayaran di Awal
Silakan berkunjung ke link dibawah ini untuk dapat mendownload materi Anuitas m kali pembayaran di awal
versi word >>> http://upload.ugm.ac.id/1343.2 Annuitas m x di awal.docx
versi pdf >>> 3.2 Annuitas m x di awal
semoga bermanfaat, kawan…
warm regards,
Sang Pejuang Hebat ^^
TARGET
setelah masa lengsernya ak dari gc, ak gak akan lagi ikut- ikutan organisasi. focus di kuliah. dengan sampingan ikutan business competition dan mendirikan usaha nyata yang kontinue. ak ingin lulus tepat waktu, 4 tahun belajar. lulus pada agustus 2013 dengan ipk 3,3… saya ingin belajar dengan sungguh sungguh. dan ntah kenapa, saya merasa keberuntungan mengalahkan segalanya. saya merasa sudah belajar, namun apa yang saya dapat, hasil ujian saya memprihatinkan. saya sedih, benar2 sedih… tapi memang saya akui, saya tidak maksimal ketika uts semester ganjil ini. saya terlalu malas. tapi open book itu benar2 merupakan pertaruhan antara keberuntungan atau keapesan. dan boleh dibilang ketika itu saya tidak beruntung. saya kecewa. mengapa ketika saya berfokus utk meraih sesuatu itu, terasa semakin sulit saya mencapainya? padahal itu sangat mudah utk yang lain. saya sedih…
Ya Alloh, saya sedih dengan pencapaian nilai saya tengah semester ini… saya tau, artinya saya kudu ekstra belajar. menambah jam belajar dan meningkatkan daya konsentrasi belajar serta pemahaman soal dan masalah2 pada matkul tersebut. harus 100 di uas!! semangat!!!!!!! perjuangan belum berakhir. tapi harus selalu sungguh2 di setiap kesempatan. memanfaatkan waktu dengan sebaik- baiknya… semangat!
On Wimcycle Marketing Awards 2011- Tale 1
WMA 2011 merupakan kompetisi terbesar yang pernah saya ikuti. alhamdulillah, tim saya pun berhasil masuk sampai 8 besar finalis WMA. Final WMA dilaksanakan pada tanggal 28 sept hingga 2 okt 2011 di Surabaya. saya sangat bersyukur ketika memperoleh informasi bahwa tim yang digawangi oleh Endah, Nisa, Tira dan saya pun dinyatakan lolos dan diharapkan kehadirannya di surabaya. disini saya ingin merefresh ingatan saya, tentang perjalanan yang kami lakukan selama babak final yang berlangsung 5 hari tersebut.
27 sept 2011, pkl 16.00
at Stasiun Tugu, Yogyakarta
ketika itu, saya adalah yang pertama kali sampai di stasiun. jam di stasiun sudah menunjukkan pukul 15.45. celingukan ke kanan, kiri, depan, belakang… tak jua saya temukan sosok kawan2 seperjuangan yang bersatu padu dalam team Gamma Marketing Corps. 5 menit berlalu, perasaan panik pun mulai datang, hingga membuat kaki tak tahan untuk hanya berdiam di tempat semula saya menunggu. berjalan mondar- mandir di depan pintu utama stasiun, itulah yang saya kerjakan sembari jemari ini memencet- mencet huruf- huruf yang ada pada handphone. hmmm,, tak jua mereka menampakkan batang hidungnya. sms pun tak lekas mendapat balasan. jadwal keberangkatan kereta sancaka, pukul 16.05, setau saya… Oh.. apa yang harus saya lakukan???
alhamdulillah, pukul 15.55 Nisa dan Bu tir datang ditemani mbak kosnya bu tir. serasa mendung yang tadinya sangat mengganggu waktuku, kini perlahan menyingkir… mulai nampak cahaya matahari menghiasi. legaa… kami pun memutuskan bergegas memasuki gerbong kereta terlebih dahulu dan mencari kursi sesuai nomer yang ada pada tiket. yapphh,, semua sudah beres… barang- barang sudah tertata rapi. dan kembali kami dipusingkan dengan keberadaan Endah. sudah pukul 16.00, dia tak juga nampak di stasiun. berbagai dugaan- dugaan yang mungkin terjadi pun sempat membayang di pikiran kami. karena sebelumnya, Endah mengusulkan bahwa tim kami akan berangkat ke surabaya menggunakan travel di malam hari. benarkah itu keputusan yang ia ambil??? betapa egoisnya ia, jika benar begitu….
Handphoneku pun bergetar, sembari alunan syahdu lagu peterpan “Tentang Kita” mengusik brainstorming geje yang kami lakukan. ahh, ternyata nomer asing yang rasanya pernah kukenal. tanpa pikir panjang, langsung kuangkat telpon itu… “semoga ini Endah, Ya Alloh”, begitu harapku..
benar saja, suara khas Endah terdengar di seberang. dengan nada yang sedikit mendesak, ia menanyakan keberadaan kami. mungkin saking paniknya kali ya?! hehehe, calm boss
Alhamdulillah… semua teratasi. dan kami pun akan segera menuju kota Pahlawan. ditutup dengan lambaian tangan dari Endah untuk seseorang yang juga melambaikan tangan di luar kereta, panggil saja Pak Harto,
27 Sept 2011, pkl 21.30
at Stasiun Gubeng, Surabaya
alhamdulillah, perjalanan kami lancar, hingga samapai surabaya. ketika turun dari kereta, sayup terdengar nyanyian riang “SURABAYA” sebagai ucapan selamat datang di Kota Pahlawan; Surabaya, bagi kami penumpang kereta Sancaka Sore. rupanya, orkes tembang kenangan dan musik country sedang perform di stage khusus yang disediakan pihak Stasiun Kereta Api sebagai hiburan mereka yang sedang menunggu maupun baru saja turun dari kereta. ohh… sedapnya nuansa malam di surabaya…
hmm, nampaknya udara malam surabaya tak sesegar di jogja, hingga membuat Nisa dan Endah unjuk gigi memunculkan bakat geje mereka, salah satunya dengan mengadakan trial and error membeli soft drink melalui mesin otomatis. setelahnya, kami pun duduk rapi di kursi stasiun sambil menikmati beberapa tembang kenangan yang dilantunkan orkes tersebut. lumayan menghibur dan membuat enjoy suasana.
setelah puas bersenandung bersama, kami memutuskan untuk segera mencari taksi, menuju ke target menginap, yaitu kosan Sugalih.. :p
sempat bingung, ingin naik taksi yang seperti apa, karena kami juga tidak tau dimana letak kosan Sugalih. ternyata, ada beda ongkos sedikit (ongkos parkir) antara taksi yang ada di dalam stasiun dengan taksi yang mangkal di luar stasiun. akhirnya kamipun memilih menggunakan jasa taksi yang ada di luar stasiun, lumayan, sedikit hemat
… Selagi masih bisa, kenapa tidak??!!
oohh ternyata ee ternyata,, si bapak sopir taksi juga kurang tau, dimana alamat persisnya. sempat kami harus turun dari taksi dan mencoba menanyakan letak alamat kosan Sugalih yang ada di daerah Kertajaya. Alhamdulillah, akhirnya sampai juga di kosan Sugalih, yang siap menampung kami semalam ini.. (hehe, trims ya Lih… maaf, kalo kami sangat merepotkanmu..)
28 Sept 2011, pkl. 07.30
at Kosan Sugalih- Hotel Cassandra, Surabaya
pagi- pagi kami sudah pada mandi bahkan beres- beres. tak seperti biasanya, ketika di jogja, :p
07.30, kami sudah siap di depan kosan, taksi BLUE B**D yang telah dipesankan oleh Sugalih (Ooohh, sugalih…. trims bgt pokoke atas bantuannya) pun datang dan siap mengantarkan kami ke Hotel Cassandra, penginapan yang telah disediakan PT. WIM untuk para finalis 8 besar WMA 2011. kurang lebih 15 menit perjalanan, kami pun sampai di tujuan. hmm,, sepiii…. nampaknya masih belum ada finalis lain yang sudah datang di hotel ini. kami pun berinisiatif mencari warung makan untuk sarapan, karena perut ini telah keroncongan sejak beberapa menit yang lalu. sebelumnya, sembari menunggu Bu tir yang ambil cash money di ATM yang kebetulan ada di dekat pom bensin, kami pun tak menyia- nyiakan kesempatan untuk bergeje- geje ria berbagai pose dan mendokumentasikannya melalui camdig Bu tir. hehe, serasa bolang bangetz :p
dan tiba- tiba datanglah serombongan satria- satria muda.. dan nampak dari kejauhan, salah seorang darinya sedang berbincang dengan endah dan nisa. saya tidak tahu pasti apa yang mereka perbincangkan. tapi saya menerka, bahwa mereka adalah salah satu tim, finalis yang lolos di WMA ini.
keroncongan kembali meramaikan perut kami, dan tak perlu menunggu lama, agenda selanjutnya adalah… makan, makan…
Menu yang kami pilih ketika itu adalah Soto khas Surabaya dengan taburan koya yang menambah gurih dan lezat citarasanya… apalagi ada hiburan dari kelatahan sii ibu penjualnya.. semakin terasa nyaman saja, harga pas, pelayanan puas… haha
28 Sept 2011, pkl 10.00
at Hotel Cassandra, Surabaya
alhamdulillah, perut sudah terisi. kini saatnya menyeberang jalan, menuju hotel. di halaman depan hotel masih nampak sepi..setelah menunggu beberapa jam, akhirnya tim kami dapat check in juga.. wokey, bersemangat menaiki tangga, tak sanggup menahan rindu untuk segera bermanja- manja dengan kasur empuk hotel. tas- tas segera dimasukan almari.. AC mulai dihidupkan.. kelambu ditata rapi… televisi juga sudah dinyalakan.. dan yuuppp, kami siap merebahkan badan di atas kasur empuk. saya yang berkesempatan sekamar dengan nisa, terlihat sangat kompak bermalas- malasan. hingga pintu kamar pun diketuk, dan terdengar suara bu tir di depan. sesegera mungkin, saya membukakan pintu dan mempersilakan bu tir masuk. Oh, nampaknya, kamar sebelah, sedang dipakai istirahat teman dari tim lain yang juga belum dapat check in.
bosan dengan acara tv yang malah membuat bosan, nisa pun berinisiatif memutar film thailand yang berjudul “FIRST LOVE”, dengan tokoh utama bernama Nam dan kak Shone…
oohh,, ini adalah kesempatan kedua saya menonton film ini. tak jua bosan saya menyimak jalannya cerita di film tersebut. kak shone sangat tampan. Nam sangatlah cantik. sebuah cerita, yang polos dan apa adanya, ndak neko- neko, cinta monyet yang dipelihara dengan penuh kesetiaan dan harapan indah masa mendatang. meleleh hati ini menghayati cerita itu… T.T
Belum sempat kami menjadi saksi akhir kisah cinta Nam- Kak Shone, dengan sangat keras mbak Prita menggedor pintu kami. terdengar suaranya sedikit mendesak, menyeru agar segera membukakan pintu kamar kami. ohh… ternyata, beliau mengabarkan bahwa tim yang lain sudah berangkat ke PT. WIM, tinggal tim kami saja yang belum berangkat… weeeewwwww,, langsung pada pecicilan nyari atribut masing- masing.. mulai dari pin, almamater, tas, minum, sepatu… oohhh,, benar- benar mendadak! kenapa tidak informasi sebelumnya??? kenapa semua terasa sangat mendadak?
yah, baiklah… kami siap… dengan lari terbirit- birit bagai dikejar anjing, akhirnya kami pun sampai di depan mobil yang siap mengantar kami ke WIM INDUSTRIES… alhamdulillah….
List Kebutuhan (jangka pendek)
to the point, capcusss
- meja lipat (Rp. 30.000)
Alasan : biar kalo belajar ataupun sedang beraktivitas dg lappy ndak lagi nyosor ke lantai, ndak bikin pegel bahu dan sesek dada
- magic com (Rp.170.000)
Alasan : pengen masak tiap hari, menuju ke gelar calon ibu sukses keluarga dan karir, pdkt sama mbah penjual sayur agar kresek yang telah numpuk di kamar bisa segera berkurang dan dapat dimanfaatkan oleh yang lebih membutuhkan serta melancarkan misi hidup hemat
- mukena (Rp.150.000)
Alasan : ini permintaan ibu, yang ingin menggeluti dunia bisnis di kantornya, cuma pesen 6 mukena saja. semoga yang harga 24 rebu itu lumayan gede dan bagus (baca: pantas). harus dibawa pulang minggu ini juga
- benang, flanel, dkk (Rp.20.000)
Alasan : kalo yang ini ide bisnis yang muncul menanggapi ketrampilan mamen yang suka bikin jahit – menjahit atau sulam atau apa itu namanya.. semoga jadinya bagus dan layak jual serta dapet respon yang baik dari pasar, amiin
- dana utk kompetisi bisnis plan (Rp.100.000)
Alasan : ini adalah salah satu anggaran yang dicanangkan utk menjadi anggaran wajib di kehidupan ane selama masih kuliah. sebagai pendukung utama misi ane yaitu menjuarai kompetisi- kompetisi di bidang entrepreneurship.
- Dona- Doni (Rp.200.000)
Alasan : palakan dari kedua adek atas kemenangan ane di WMA 2011 kemarin. Sudah cukup lama mereka menunggu, ane janjiin kalo ane pulang (minggu ke- 2 nov), baru bisa ane kasi ke mereka… hahaha sabar ya..
- dana utk modal (Rp.100.000)
Alasan : nah kalo yang ini pengen ane bikin modal usaha, apapun.. tapi sebenernya ane pengen jualan PENTOL atau nama kerennya BACIL terus ane jual cuma hari minggu di sunmor, lumayanlah… buat merintis bisnis, meski kecil- kecilan
ini dia, setelah ane kemukakan keperluan beserta alasannya, ternyata semua keperluan ane lumayan banyak
TOTAL : Rp. 590.000
hmm.. banyak amat yak??
uang di atm tinggal 200 rebu, sisa wma 300 rebu, sisa pkm 100.000
wee…. cukup sii yak? tapi ane kagak makan donk?!
hmmhh… kudu kerja! biar dapet duit
kemarin dapet tawaran ngajar les privat, 1.5 jam 30 rebu, minggu depan baru mulai. seminggu sekali
lumayanlah yah…
biar bisa beli magic com sendiri, ane kudu ngajar minimal 5 kali… itu artinya butuh waktu 1 bulanan lagi utk bisa ngumpulin duit seharga 1 magic com..
wow! lama amat yak?
yah, baiklah… ane tetep kudu semangat!
tapi, tapi dan tapi, visi ane mulai semester ini adalah prestatif di akademik, alias naikin IP biar kayak dulu, semasa maba
Inget yak, inget terus, bahwasannya ane kudu terus belajar, nyetak IP yang Ok, lulus 4 taun (tepat waktu di waktu yang tepat, amiin), mantepin ati KP dimane, segera layangkan lamaran KP, ngincer KKNan di luar jawa sambil searching kelompok…
enough enough enough… itu target ane semasa kuliah ini
1.5 TAHUN LAGIII!!!!!!!!!!!!!!!!!!!!
Semangat2!!!
*btw, ane baru nyadar bahwa ulasan ane out of the topic… PARAH!
Sudah yah… daddaaghh
ntar ketemu lagi dicurhatan ane edisi lain
QUOTE for THIS TOPIC >>> TETEP HEMAT, TETEP SEMANGAT!!
Ainul Mardhiah
Dirimu pembakar semangat perwira
Rela berkorban demi agama
Kau jadi taruhan berjuta pemuda
Yang bakal dinobat sebagai syuhada
Itulah janji pencipta Yang Esa
Engkaulah bidadari dalam syurga
Bersemayam di mahligai bahgia
Anggun gayamu wahai seorang puteri
Indahnya wajah bermandi seri
Menjadi cermin tamsilan kendiri
Untuk melakar satu wacana
Buatmu bernama wanita
Ainul Mardhiah
Kau seharum kuntuman di Taman Syurga
Menanti hadirnya seorang lelaki
Untuk menjadi bukti cinta sejati
Ooh! Tuhan……
Bisakah dicari di dunia ini
Seorang wanita bak bidadari
Menghulurkan cinta setulus kasih
Dihati lelaki bernama kekasih
Rabithah- izzatul islam
Sesungguhnya Engkau tahu (Indeed, You’ve known)
bahwa hati ini telah berpadu (that these hearts have bonded)
berhimpun dalam naungan cintaMu (forgather under Your love’s shelter)
bertemu dalam ketaatan (gathering in obidience)
bersatu dalam perjuangan (allied in struggling)
menegakkan syariat dalam kehidupan (uphold Your order in this life)
Kuatkanlah ikatannya (Strengthen the bonds)
kekalkanlah cintanya (everlast the loves)
tunjukilah jalan-jalannya (show the ways)
terangilah dengan cahayaMu (enlighten with your light)
yang tiada pernah padam (which never inextinguible)
Ya Rabbi bimbinglah kami (O Lord.. guide us)
Lapangkanlah dada kami (broaden our hearts)
dengan karunia iman (with grant of belief)
dan indahnya tawakal padaMu (and the beauty in trusting to You)
hidupkan dengan ma’rifatMu (revive us by knowing You)
matikan dalam syahid di jalan Mu (give us death as the martyr in Your path)
Engkaulah pelindung dan pembela (You’re the protector and defender)









